Rabu, 29 Oktober 2014

MODEL SIP (SUB IRRIGATED PLANTER)

POT SUB-IRIGASI 

(SUB-IRRIGATED PLANTER)

SIP adalah penyederhanaan teknik hidroponik yang menggunakan sumbu penyerap air dari bawah ke akar tanaman dengan prinsip kapiler. Gambaran mudahnya sama seperti lampu teplok, obor atau kompor minyak tanah yang menyimpan minyak bakar di bawah sumbuSIP adalah penyederhanaan teknik hidroponik yang menggunakan sumbu penyerap air dari bawah ke akar tanaman dengan prinsip kapiler. Gambaran mudahnya sama seperti lampu teplok, obor atau kompor minyak tanah yang menyimpan minyak bakar di bawah sumbu
Keunggulan SIP

Keunggulan SIP antara lain:
Hemat Air
Air yang terbuang dan menguap dapat diminimalisir. Bahkan diklaim lebih hemat 50%-80% dari metode konvensional.

Hemat Waktu
Karena air disimpan dalam jumlah banyak di bagian bawah Planter, pengisian tidak perlu dilakukan tiap hari.

Mengurangi Gulma
Penggunaan mulsa plastik dapat mengurangi gulma sampai 100%.

Hemat tempat, modular dan portabel
Sebagaimana menanam dalam pot, SIP tidak memerlukan lahan yang luas, bisa ditambahkan secara bertahap kemudian mudah dipindah-pindah.

Memungkinkan sistem pengairan yang scalable
Pada site Global Bucket terdapat video yang memungkinkan pengisian air ke banyak SIP secara sekaligus. Semakin besar penyimpanan air pusat, pengisian menggunakan pompa air dapat dilakukan hanya beberapa bulan sekali. Tentu lebih hemat dibandingkan sistem irigasi tetes yang kebanyakan menggunakan pompa sirkulasi setiap hari.
dua pot bersebelahan yang masing-masing berisi cabe dan kemangi (basil) mengalami nasib yang berbeda. Hari sedang terik-teriknya, dan keduanya sama-sama belum disiram. Cabe dan kemangi di pot yang satu tampak layu, namun di pot yang satunya lagi tampak segar bugar.
Kok bisa?
Foto ini diambil pada malam hari. Siang tadi terik, dan tanaman lupa disiram. Bisa lihat perbedaannya?
Foto ini diambil pada malam hari. Sebelumnya hari terik, dan tanaman lupa disiram. Bisa lihat perbedaannya?
Pada foto di atas, pot yang sebelah kiri adalah pot biasa yang memiliki lubang-lubang di bagian bawahnya, sehingga air dan nutrisi cepat terbuang tiap kali tanaman disiram. Pot sebelah kanan merupakan kreasi sendiri menggunakan sistem sub-irigasi.
Pot sub-irigasi hanya memiliki dua lubang. Lubang di sebelah atas (dimasuki selang) menjadi tempat pengisian air. Lubang di sebelah bawah memastikan air yang berlebih dapat keluar.
P1160310
Bagaimana cara membuatnya? Ikuti langkah-langkah berikut.
1. Gunakan pot atau wadah yang tidak memiliki lubang. Buat dua lubang, satu di bagian atas (kira-kira 5 sentimeter dari bibir pot) dan satu di bagian bawah (kira-kira 8-10 sentimeter dari alas).
1. Gunakan pot atau wadah besar yang tidak memiliki lubang. Kemudian, menggunakan bor/solder/pisau, buat satu lubang di bagian atas (kira-kira setengah jari dari bibir pot) dan satu di bagian bawah (kira-kira setengah hingga satu jari dari alas).
2. Ambil selang dengan diameter yang kira-kira sama dengan lubang. Masukkan dari lubang bagian atas sampai ujung selang yang bawah menyentuh alas pot.
2. Ambil selang dengan diameter kira-kira sama dengan lubang atas. Masukkan selang dari lubang atas sampai ujung selang sebelah bawah hampir menyentuh alas pot. Sisakan sedikit mulut selang di bagian atas.
3. Isi bagian terbawah dengan pecahan batu bata atau pecahan genteng.
3. Isi bagian terbawah pot dengan pecahan batu bata atau pecahan genteng. Jenis batu dari tanah liat mudah menyerap dan menyimpan air. Pastikan pecahan-pecahannya tidak terlalu besar agar lubang bagian bawah tidak tersumbat.
4. Masukkan lapisan berikutnya, yakni potongan-potongan ranting.
4. Masukkan lapisan berikutnya, yakni potongan-potongan ranting.
5. Lapisan berikutnya adalah daun-daun hijau.
5. Lapisan berikutnya adalah cacahan daun-daun hijau.
6. Tambahkan lapisan daun-daun kering di atasnya.
6. Tambahkan cacahan daun-daun kering (bisa diganti jerami, sekam, atau kertas koran, kertas biasa, maupun sobekan-sobekan kardus).
7. Agar lapisan-lapisan  organik tadi lekas busuk dan terurai menjadi nutrisi bagi tanaman, tambahkan lapisan kotoran binatang pemakan rumput. Bisa diganti dengan kompos maupun kascing (kotoran cacing).
7. Agar lapisan-lapisan organik tadi lekas busuk dan terurai menjadi nutrisi bagi tanaman, tambahkan lapisan kotoran binatang pemakan rumput (sapi, kambing, kuda, kelinci). Bisa juga menggunakan kompos atau kascing (kotoran cacing).
8. Masukkan tanah sampai pot hampir penuh.
8. Masukkan tanah sampai pot hampir penuh.
9. Agar kelembaban tanah tidak lekas menguap oleh panas dan supaya rumput tidak mudah tumbuh, tutupi permukaan tanah dengan daun-daun kering, kertas, kompos, atau kerikil. Lapisan pelindung permukaan tanah ini disebut mulsa.
9. Agar kelembaban tanah terjaga dan supaya rumput tidak mudah tumbuh, tutupi permukaan tanah dengan daun-daun kering, jerami, kertas, kompos, atau kerikil. Lapisan pelindung permukaan tanah ini disebut mulsa.
10. Untuk melihat apakah pot sub-irigasi berfungsi dengan baik, masukkan air lewat mulut selang di bagian atas. Cek apakah lubang bagian bawah berfungsi dengan baik dalam mengeluarkan air yang berlebih.
10. Untuk melihat apakah pot sub-irigasi berfungsi sempurna, masukkan air lewat mulut selang di bagian atas. Cek apakah lubang bagian bawah berfungsi dengan baik dalam mengeluarkan air yang berlebih.
Dengan pot sistem sub-irigasi, penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari.  pengairan cukup dilakukan sekali dalam satu atau dua minggu melalui selang tadi. Di hari yang terik, saat terjadi penguapan berlebih pada tanah, terjadi aksi kapilaritas yang menyebabkan cadangan air terserap ke atas, sehingga media tanam tidak sampai kekeringan.
Selang beberapa bulan, ketinggian media tanam akan berkurang karena lapisan bahan-bahan organiknya membusuk. Tambahkan tanah dan kompos atau cacahan bahan-bahan alami di bagian atas agar kandungan nutrisi terus terjaga.
Model SIP lain
Sumber:http://permablitzjogja.net/2013/12/02/tips-pot-sub-irigasi-sub-irrigated-planter/ dan http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010309762/sub-irrigated-planter-sip-tanpa-quotdisiramquot-hemat-air-hemat-waktu/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar